Tentara Guru Dapat Kembangkan Pendidikan karakter

Penandatanganan MoU Kemdikbud-TNI dorong pendidikan karakter terhadap siswa-siswi di kawasan perbatasan.
Jakarta (Didkas): Kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Tentara Nasional Indonesia dinilai sangat strategis, terutama berkaitan dengan penyediaan tenaga pengajar di kawasan perbatasan. Guru dari kalangan tentara atau tentara guru pun dapat diandalkan untuk mengembangkan pendidikan karakter terhadap diri siswa.
 
“Saya kira TNI akan bisa membuat suasana pendidikan kita yang membangun karakter kedisiplinan jauh lebih baik,” kata Prof. Suyanto, Ph.D., Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kemdikbud, saat menyampaikan sambutan pada penekenan nota kesepahaman (Matter of Understanding—MoU) dengan TNI di Ruang Sidang Gedung E lantai 5, Kompleks Kemdikbud, Senayan, Jakarta, Selasa sore, 21 Februari 2012.  
 
Disiplin, lanjut Suyanto, tak bisa ditawar-tawar di lingkungan TNI. Diharapkan, karakter tersebut ditularkan kepada siswa.  
 
Di kawasan perbatasan, kondisi emosional masyarakat mudah tergoda dengan berbagai kemudahan yang dimiliki negara lain. “Jangankan pendidikan, bangunan fisiknya saja, di perbatasan kalau kita tidak punya nasionalisme yang kuat, gampang sekali kita melupakan RI,” ujar Suyanto. Jalan raya mereka mulus, sementara jalanan di wilayah RI terseok-seok. Bahkan, jika masyarakat menggunakan perahu sebagai alat mobilitas, kadang harus memanggul perahu lantaran air sungai dangkal. “Luar biasa perjuangannya kalau kita tidak mempersiapkan diri untuk daerah-daerah perbatasan.”    
 
Maka dalam diri siswa harus dibangun rasa kepedulian terhadap krisis (sense of crisis). Sense of crisis, menurut Suyanto, termasuk dalam unwritten curriculum, kurikulum tak tertulis atau tersembunyi. Kurikulum seperti ini diyakini dapat membentuk kepribadian siswa. “Kehadiran TNI saya yakin bisa membangun kurikulum tak tertulis yang bisa membangun karakter anak-anak kita,” tegasnya. 
                          
  
Optimalisasi peran TNI
Mayor Jenderal Langgeng Sulistiyono, S.IP., dalam sambutannya menyebutkan, kerja sama dengan Kemdikbud lebih didasari pada optimalisasi peran TNI terlebih di kawasan yang sulit terjangkau guru. Namun, ia berharap, tentara guru dibekali sejumlah kompetensi seperti pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesionalisme. 
 
Memasuki bulan kelima sejak penandatanganan nota kesepahaman, kisah Langgeng Sulistiyono, tentara yang ditugaskan menjadi guru telah bergerak. Ia pun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran para tentara guru. 
 
Sosialisasi ke berbagai daerah pun telah dilakukan. “Kalau dinas pendidikan di daerah mendatangi komando kewilayahan, sudah nyambung,” jelasnya. Ia menekankan kerja sama yang terjalin harus dapat dipertanggungjawabkan, termasuk dalam penggunaan dana. “Rupiah demi rupiah harus dipertanggungjawabkan. Itu yang penting,” tegasnya.   
 

Langgeng Sulistiyono berharap, kinerja tentara guru juga mesti diawasi. Jika ada yang kurang, harus diperbaiki. “Saling mengingatkan, sehingga tujuan yang mulia dari Kemdikbud ini di lapangan dirasakan oleh masyarakat dan bangsa Indonesia menjadi semakin maju,” tuturnya.* (Billy Antoro)  

 

Foto Terkait:

MoU Ditjen Dikdas Kemdikbud-TNI

Diunggah oleh Administrator pada Rabu 22 Februari 2012 14:44:50, share : Share
 

Konten Terkait

Ditjen Dikdas dan TNI Teken MoU
Redistribusi Guru Semarang Selesai Akhir Februari
10 Pejabat Eselon IV Ditjen Dikdas Dilantik Hari ini
Revitalisasi Museum untuk Menarik Minat Berkunjung Masyarakat
Sangiran, Pusat Wisata Edukasi Evolusi Manusia
Uji Kompetensi untuk Pastikan Profesionalisme Guru
Nuh: Apa Salahnya RSBI?
Setditjen Dikdas Terima Kunjungan Komisi IV DPRD Kabupaten Agam
"Jangan Sampai Menyesal seperti Membanjirnya Buah Impor"
Kemdikbud akan Benahi Tata Kelola Aset
Kepada para pengelola sekolah, diharapkan segera melakukan penjaringan dan pengiriman data individual dengan menggunakan Aplikasi Pendataan Dikdas. Klik di sini untuk unduh Aplikasi.