Direktorat PPK-LK Dikdas Gelar Lokakarya Nasional Pendidikan Inklusif
Dr. Thamrin Kasman (kedua dari kiri) ketika menyampaikan sambutan membuka lokakarya nasional, Kamis pagi (9/2/2012).Jakarta (Dikdas): Dari hampir 500 kabupaten/kota yang ada di Indonesia, ternyata ada 131 kabupaten/kota di 23 provinsi yang belum tersentuh layanan pendidikan khusus. Maka sudah selayaknya dilakukan berbagai upaya agar di kabupaten/kota itu diselenggarakan pendidikan khusus.
“Marilah kita sama-sama menggandengkan tangan bahwa potensi-potensi yang tersimpan di dalam otak anak-anak kita, yang tidak sempat terlayani ini, kita bukakan peluang untuk diberikan layanan sehingga potensi-potensi mereka bisa berkembang,” kata Dr. Thamrin Kasman, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis pagi, 9 Februari 2012.
Thamrin Kasman berkata demikian saat membuka Lokakarya Nasional bertajuk ‘Perumusan Rencana Aksi Nasional Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif di Indonesia’. Lokakarya digelar di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta. Acara ini merupakan kerjasama Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PPK-LK) Ditjen Dikdas Kemdikbud dengan Hellen Keller International dan United States Agency International Development (USAID).
Lebih lanjut Thamrin Kasman mengatakan, potensi kecerdasan tak mengenal kondisi manusia, apakah lahir dengan normal atau berkebutuhan khusus (disable). “Artinya usaha kita harus dimaksimalkan untuk mengembangkan potensi itu termasuk di dalam layanan pendidikan khusus ini,” tegasnya.
Maka lokakarya, sambungnya, menjadi kesempatan terbaik untuk merancang aksi guna mencapai tujuan tersebut. “Kita berharap apa yang kita bicarakan hari ini menjadi bagian integral dari rencana aksi ini,” ucapnya.
Lokakarya dihadiri oleh perwakilan dari Direktorat PPK-LK, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Direktorat PPTK Pendidikan Menengah, Kementerian Agama, Hellen Keller International, IDP Norway-Indonesia, Plan International, UNESCO, Save the Children, ASB, dan Mitra Netra.
Lokakarya menghadirkan presentasi singkat ihwal Analisis Kesenjangan Pendidikan Inklusif yang dibawakan oleh Dr. Bambang Indriyanto, Kepala Pusat Penelitian Kebijakan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud. Panelis lain yaitu Hendra Sudjana, M.Ed., mewakili Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPTK) Pendidikan Dasar. Hasil akhir lokakarya berupa penyusunan draft rencana aksi oleh tim kecil.* (Billy Antoro)
Konten Terkait
Data Dikdas
Newsletter
Statistik Pengunjung
Online : 8 Hari ini : 295 Bulan ini : 26809 Tahun ini : 159298 Total : 768362 Banner Informasi
