Kemdikbud Bina Bakat Istimewa Siswa di Bidang Olah Vokal
Salah satu peserta, Krissanti Putrika Adiwijaya, tampil memukau hadirin GKJ, Senin malam (9/1).Jakarta (Dikdas): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menaruh perhatian besar pada pendidikan seni. Sebab, pendidikan tak sekadar mengutamakan aspek penalaran kognitif. Seni juga bagian penting yang mendukung sebuah proses pendidikan.
Demikian salah satu butir penting dalam sambutan yang disampaikan Prof. Suyanto, Ph.D., Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kemdikbud, di hadapan hadirin sebelum pagelaran seni musik di Gedung Kesenian Jakarta, Senin malam, 9 Januari 2012.
Senin malam itu 15 penyanyi belia menunjukkan kebolehan suaranya. Mereka adalah siswa-siswi juara lomba menyanyi solo pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 19-25 Juni 2011 lalu. Mereka tampil setelah mengikuti pelatihan olah vokal beberapa hari dari musikus nasional dan internasional.
Hadir dalam acara Sekretaris Ditjen Dikdas Dr. Thamrin Kasman, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Dr. Didik Suhardi, M.Si., Kepala Pusat Penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Dr. Bambang Indriyanto, Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Setditjen Dikdas Ir. Drs. Nono Adya, M.M, M.T, dan sejumlah pejabat Kemdikbud. Artis ibu kota juga hadir seperti Ully Sigar Rusady dan Dewi Huges. Kritikus musik Bens Leo juga tampak di kursi hadirin.
Suyanto juga mengatakan, dengan tampil di hadapan umum, para penyanyi belia itu akan mendapatkan apresisasi, baik dari masyarakat awam, penikmat seni, maupun dunia industri. Ia berharap ada produser yang melirik mereka. “Kalau melihat di sini ada ‘barang’ yang baik, tolong ditawar-tawarkan,” ucapnya.
Lebih lanjut Suyanto berharap bahwa mereka dapat mengembangkan talenta di bidang tarik suara. “Mudah-mudahan menjadi seniman yang luar biasa di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Sesditjen Dikdas Thamrin Kasman menyampaikan, penampilan peserta merupakan puncak dari rangkaian pelatihan olah vokal yang diikuti para siswa yang memiliki bakat istimewa di bidang olah vokal. “Kegiatan ini bertujuan untuk melatih vokal, penguasaan lagu, rekaman lagu, dan pengambilan gambar,” katanya.
Pelatih olah vokal dipilih dari para musikus terkenal seperti Ully Sigar Rusady dan Daniel Sahuleka. Bahkan dalam penampilan di GKJ itu, mereka berkesempatan kolaborasi dengan Daniel Sahuleka, penyanyi Belanda kelahiran Semarang, Jawa Tengah, dan berdarah Maluku. Tujuan kolaborasi, “Agar mereka lebih percaya diri dan dapat memperlihatkan potensi mereka,” ucap Thamrin Kasman.
Kemajuan pesat
Lima belas penyanyi belia tampil mengagumkan. Mereka menyanyikan lagu Indonesia dan Barat. Bintang tamu, Daniel Sahuleka, tampil memukau dengan lagu-lagu romantisnya.
Nono Adya merasa puas dengan penampilan siswa-siswi itu. Pelatihan olah vokal yang mereka jalani membuktikan teknik menyanyi mereka mengalami kemajuan pesat. “Yang kita perbuat ini mendapatkan tanggapan-tanggapan positif dari berbagai pihak; Kementerian juga dari pihak luar yang memang bergerak di dunia musik,” ujarnya usai pagelaran.
Dengan tampil di hadapan publik dan mengenalkan mereka pada musikus kaliber nasional dan internasional, tambah Nono Adya, akan memberikan ketetapan jiwa pada mereka untuk menjatuhkan karir hidup di dunia industri musik tanah air. “Tidak ada lagi keraguan,” ujarnya. “Ini sebuah pilihan.”
Selama ini, Nono Adya bercerita, pembinaan siswa di bidang olah vokal terbatas pada penyelenggaraan lomba di tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, dan Pusat yang dilingkupi FLS2N. Usai mendapatkan gelar juara dan hadiah, mereka kembali ke daerah masing-masing dan mengembangkan kemampuan secara mandiri. Kemdikbud ingin potensi mereka dikembangkan dengan memberi ruang agar bakat istimewa mereka lebih luas di kenal masyarakat.
Usai menjalani pelatihan olah vokal, melakukan rekaman, dan pagelaran musik di hadapan publik, mereka dibuatkan album dalam bentuk Compact Disk (CD). Album kompilasi tersebut disebar ke sekolah dan masyarakat dalam jumlah terbatas lantaran ini kegiatan non-profit. Diharapkan, dengan upaya tersebut, “Masyarakat di bidang industri memanfaatkan mereka untuk mengisi dunia mereka (industri musik),” tutur Nono Adya.* (Billy Antoro)
Konten Terkait
Menuju Budaya Ilmiah
Menuju Data Pendidikan yang Komprehensif
Emosi Harus Dikesampingkan Dalam Pendataan
Intervensi Berdasarkan Layer Prioritas
Workshop Sosialisasi Angkatan II Resmi Dibuka
Realisasi Sistem Pendataan Perlu Kerjasama Pemda
Ditjen Dikdas Perintis Pilot Project Sistem Pendataan di Kemdiknas
Workshop Sosialisasi Sistem Pendataan Dikdas Resmi Dibuka
FLS2N Sarana Pengembangan Seni Profesional
FLS2N Sarana Pengembangan Seni Profesional
Menuju Data Pendidikan yang Komprehensif
Emosi Harus Dikesampingkan Dalam Pendataan
Intervensi Berdasarkan Layer Prioritas
Workshop Sosialisasi Angkatan II Resmi Dibuka
Realisasi Sistem Pendataan Perlu Kerjasama Pemda
Ditjen Dikdas Perintis Pilot Project Sistem Pendataan di Kemdiknas
Workshop Sosialisasi Sistem Pendataan Dikdas Resmi Dibuka
FLS2N Sarana Pengembangan Seni Profesional
FLS2N Sarana Pengembangan Seni Profesional
Data Dikdas
Newsletter
Statistik Pengunjung
Online : 6 Hari ini : 293 Bulan ini : 26807 Tahun ini : 159296 Total : 768360 Banner Informasi
