Suara dari Sabu Raijua

Aprilinda berharap listrik beroperasi 24 jam di Sabu Raijua.

Bogor (Mandidkasmen): Aprilinda Kaddi tahu ketika ia memenuhi panggilan kerja di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, ia tak akan lagi menikmati enaknya beragam fasilitas yang dibangkitkan tenaga listrik. Gemerlap Kupang tak lagi dinikmatinya.

Kabupaten Sabu Raijua berjarak 716,45 kilometer dari Kabupaten Kupang. Kabupaten termuda di NTT ini resmi memisahkan diri dari Kabupaten Kupang pada Mei 2009. Untuk mencapainya lewat perjalanan laut, kapal fery menempuhnya dalam 15-18 jam. Jika dengan pesawat udara cukup 45 menit. Kabupten ini mencakup Pulau Sabu, Pulau Raijua, dan Pulau dana.

Sejak lama pasokan listrik jadi persoalan krusial di Kabupaten ini. Pembangkit listrik menggunakan solar dan tergantung pengiriman pasokan dari Kupang. Jika terlambat, gelaplah Sabu Raijua.

Untuk mengatasi keterbatasan solar, Perusahaan Listrik Negara (PLN)  ‘menyetrum’ Sabu Raijua selama 12 jam, mulai pukul 18.00-06.00. Selebihnya, dari pagi hingga sore, warga mengandalkan genset berbahan bakar solar untuk memasok listrik. Genset dipakai oleh kantor-kantor pemerintah, rumah tangga, dan sekolah. 

Kondisi tak kunjung berubah inilah yang membuat Aprilinda kecewa. Sebagai staf di Subbag. Perencanaan dan Pelaporan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sabu Raijua, NTT, ia dapat bekerja tenang jika pasokan solar lancar. “Tapi kalau tidak ada solar, genset tidak nyala, kita tidak kerja,” ucapnya. Laptop ada, tapi tak seberapa lama pemakaiannya.

Lalu bagaimana dengan sekolah? Sama juga. Sekolah yang punya genset bisa menggunakan listrik, namun cuma cukup memasok 3-4 unit komputer saja. Jika saja ia boleh bersuara ihwal bantuan apa yang mesti diberikan pemerintah, maka jawabannya adalah listrik. “Sebab memengaruhi pekerjaan kantor,” ucapnya. (Billy Antoro)  



 

Diunggah oleh Billy Antoro pada Senin 29 Nopember 2010 14:05:28, share : Share
 

Konten Terkait

Keterbatasan Jaringan Internet Masih Jadi Hambatan Berarti
Keterbatasan Transportasi Salah Satu Kendala Pendataan di Daerah
Peran Dewan Pendidikan Mengarah Pada Akuntabilitas
Penyaluran BOS Dipengaruhi Kondisi Administrasi Sekolah
Cacat, Hiperaktif, Autis Perlu Perhatian
Prestasi Tumbuhkan Kebanggaan Sejati
Komitmen Penting Guna Dapatkan Data Terintegrasi
Perlu, Tunjangan Fungsional bagi Pengelola Data
Perlu Figur yang Berani Bicara Signifikansi Data
Mendiknas : Kembangkan Tradisi Meneliti
Kepada para pengelola sekolah, diharapkan segera melakukan penjaringan dan pengiriman data individual dengan menggunakan Aplikasi Pendataan Dikdas. Klik di sini untuk unduh Aplikasi.